I am not lucky, I am blessed.

seharusnya setiap jawaban dari pertanyaan: kamu mau nikah sama aku kan? kamu calon istri aku kan? adalah tidak.
lagipula, bagaimana bisa iya, dia kasar, tidak sabaran, mendengar saja pun tidak bisa.
jauh dari potret suami idaman.

hati-hati menerima orang yang akan tinggal lama di rumahmu
sekalipun itu keluarga, hati-hatilah!
ini curahan kekesalan, kemuakkan…
aku punya saudara sepupu laki-laki, anaknya adik papahku, namanya aldi
dulu, ketika kami hanya bertemu ketika liburan atau lebaran saja, dia terasa baik, soleh, rajin, ah penuh pencitraan
kenapa aku katakan demikian? karena dia melakukannya lagi kini
pada awalnya, dia normal saja
masih makan bersama, masih bisa diandalkan, masih bermain bersama adikku
tapi lama kelamaan, setelah dia ‘bergaul’ dia mulai berubah
tidak pernah keluar kamar
pulang selalu larut malam
dia mulai ikut tawuran
pertama yang ditemukan adalah ikat pinggang dengan kepala besar, lalu gear motor, kemudian puncaknya… dia punya samurai
lalu yang terbaru, dia menyimpan sebuah pacul kecil
its so weird!
tidak masuk logikaku
bagaimana bisa dia sekurang ajar itu, setidak tau diri begitu
dia, sedari pindah ke sini, semua dibayari papahku, sekolah, uang jajan sehari-hari, diberi laptop, bahkan diberi motor
tapi apa balas budinya?
bahkan dia tidak mengurusi dirinya sendiri
kamar berantakan
baju tidak pernah dicuci
bahkan piring dan gelas bekas makan pun tidak ditaruh lagi di dapur
apa sebenarnya yang ada di otak bodohnya itu?
dia.. yang bahkan nilainya saja tidak cukup untuk masuk sekolah negeri dengan nem terendah di bogor, yang dengan sebegitu ditolongnya. bisa setidak tau dirinya begini
dia dengan seenak jidatnya menggunakan barang kakakku, lalu rusak dan tidak bilang apa-apa
aku bingung, dimana letak sopan santunnya?
ketika orang pada umumnya ‘tidak enakkan’
dia kok malah keenakan
sekarang sudah seminggu dia tidak di rumah
entah tidur dimana
dengan segitu gak tau dirinya dia masih saja diberi jajan oleh orang tuaku
enak banget hidupnya dia, tempat tinggal diberi, keperluan sehari-hari dipenuhi, menaati kata-kata papahku saja tidak bisa
kalau mau begitu, kembalikan semua fasilitas yang sudah diberi
ini masih dipake kok sok-sok-an milik sendiri
katanya, di sekolah dia disegani, oh atau ditakuti?
sudah tidak tau lagi harus bagaimana menghadapi anak ini
semoga dia cepat pergi
sudah muak dengan segala ketidaktaudiriannya

apa kamu tidak paham juga ketika aku bilang kamu itu hanya manis ketika kita berdekatan?
lihat betapa baiknya kamu ketika kita bersama
dan lihat betapa menyebalkannya kamu ketika kita berjauhan

gue sih bukan tipe yang…. yaudah gue terima gue maafin.
gue itu tipe yang…. yaudah gue terima gue maafin tapi lo juga harus ngerasain apa yang gue rasain.
kalo lo setega itu ngelakuin ke gue, kenapa lo harus gak dapetin apa yg sama kayak gue?
gue gakan ngelakuin apa yg gak lo lakuin ke gue.

tentang apapun itu
bohong ya bohong
dan pas gue tau ya tetep kesel
selalu lebih milih sama temennya tanpa ngajak gue
tetep aja egois
sadar sih cuma sehari ke sananya sama lagi
kampret

obsesi yang mempermainkan hati
jadi fenomena yang ada di sekelilingku kini
orang-orang ingin menikah
ingin disegerakan pernikahannya
dengan siapa tak jadi soal
karena yang diinginkan adalah status menikahnya
tidak masalah pernah mengkhianati
tidak apa-apa pernah menyakiti
buat mereka tak cukup dengan orang yang dicinta
tak cukup hanya cinta
lalu mulai mempertanyakan kemampuan keluarga
kemudian ketika tidak kunjung ada kecocokan di harga mereka terus mencari tiada henti
mencoba dengan yang lain, menyakiti orang yang baru
lalu kembali pada pilihan hati yang pernah ditinggalkan
tulisannya acak-acakan, berkecamuk di pikiran
mungkin nanti aku akan merasakan

yasudahlah
ditimbun dulu, dikumpulin dulu, kalo udah keterlaluan baru diomongin (seperti biasa)
udah capek juga, udah gak ngerti lagi kenapa terus-terusan dia ngelanggar janji kita berdua
selagi terus dimaafkan ya akan selalu berulang
mungkin untuknya harus selalu diajarkan lewat ditinggalkan

salah satu kelakuan cowok gue yang paling gue benci :
di path, ada cewek toket keliatan, udah pasti dikasih emot, kalo kenal dikasih komen juga
di fb, diadd langsung
gak ada ngehargainnya sama sekali lagi sama gue kayak gitu, gimana lagi jauh ?
sabar sabar sabar sampe modar!

yayayaya cerita sama kamu seperti biasa tanggapan yang selalu sinis dan menyakitkan
selalu malas untuk didengar apalagi ditanggapi balik
apa mungkin itu cerminan kamu?
maka dari itu jawaban kamu begitu kampretnya
semoga tidak
atau
semoga aku tidak perlu mengalaminya

perbaiki tuh sikap kamu

kayak orang paling bener aja lo ngomong gitu
eh macem orang bener aja lo ngomong kayak gitu
benerin dulu lah sikap lo sendiri
baru ngurusin orang lain